Konsultasi Gratis

Ad Discrepancy

Apa itu Ad Discrepancy?

Ad Discrepancy adalah ketidaksesuaian atau perbedaan data pelaporan antara dua atau lebih platform iklan digital, biasanya antara platform publisher (seperti website atau aplikasi tempat iklan ditayangkan) dan platform ad server atau advertiser (seperti Google Ads, Facebook Ads, atau platform programmatic lainnya). Discrepancy ini bisa terjadi pada metrik seperti impresi, klik, konversi, atau pendapatan.

Misalnya, sebuah campaign iklan di Google Ads menunjukkan bahwa iklan mendapatkan 10.000 impresi, sementara publisher (seperti Ad Manager) hanya mencatat 8.500 impresi. Selisih 1.500 impresi ini disebut sebagai ad discrepancy.

Apa Faktor Penyebab Ad Discrepancy?

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan ad discrepancy, di antaranya:

Perbedaan Waktu dan Zona Waktu

Platform yang berbeda mungkin menggunakan zona waktu yang tidak sinkron, menyebabkan ketidaksesuaian data harian.

Caching dan Ad Blocker

Browser yang menyimpan cache atau pengguna yang menggunakan ad blocker dapat menghentikan pemuatan iklan, sehingga iklan dianggap tampil oleh server tapi tidak terlihat oleh pengguna.

Timeout atau Error saat Load Iklan

Jika terjadi error teknis saat pengambilan iklan oleh browser pengguna, satu sistem mungkin tetap menghitung impresi, sementara sistem lain tidak.

Perbedaan Definisi Metrik

Misalnya, satu platform mendefinisikan satu impresi sebagai iklan yang dimuat di atas 50% dalam viewport selama 1 detik, sementara platform lain hanya membutuhkan iklan dimuat di halaman.

Latency atau Keterlambatan Sistem

Proses pemanggilan iklan yang lambat bisa menyebabkan perbedaan pencatatan data antara sistem yang berbeda.

Penggunaan SDK atau Tag yang Berbeda

Jika mobile SDK atau JavaScript tag yang digunakan tidak seragam atau mengalami konflik, ini bisa menimbulkan data mismatch.

Cara Mengatasi Ad Discrepancy

1. Sinkronisasi Waktu & Zona Waktu

Pastikan semua platform iklan dan analitik menggunakan zona waktu yang sama untuk menghindari perbedaan data harian.

2. Periksa Implementasi Tracking

Gunakan Google Tag Manager untuk mengelola semua tag/pixel, Pastikan semua halaman memiliki tracking code yang benar, Lakukan QA rutin dengan tools seperti Tag Assistant atau Facebook Pixel Helper.

3. Gunakan URL Parameter yang Konsisten

Pastikan semua iklan menggunakan UTM parameter untuk pelacakan yang akurat, seperti utm_source=google&utm_medium=cpc&utm_campaign=promo_september

4. Kompromi Toleransi Discrepancy

Discrepancy kecil (biasanya di bawah 10%) dianggap wajar dalam industri digital marketing. Tetapkan batas toleransi sesuai standar internal.